Marcello Lippi Pemain Cupu Menjadi Pelatih Timnas

Marcello Lippi Pemain Cupu Menjadi Pelatih Timnas

Halo sobat bola kami rasa tidak banyak yang mengenal sosok Marcello Lippi, saat berkiprah sebagai pemain liga Italia. Kami rasa itu sangatlah wajar karena memang peran Lippi sebagai pemain sangat minim prestasi saat masih menjadi pemain di liga Serie-A negara Italia tersebut.

Sosok ini terlahir dengan nama lengkap Marcello Romeo Lippi lahir pada 12 April 1948 di Viareggio Italia. Kiprahnya menjadi pemain di kasta tertinggi Serie-A bersama klub Sampdoria sebagai gelandang bertahan, dari tahun 1969 sampai tahun 1980.

Bisa dikatakan sebagian besar karir sepakbolanya dihabiskan bersama klub Sampdoria, tidak ada yang menonjol dari pemain ini semua berjalan standar saja, bahkan selama kiprah sepakbola seniornya Marcello Lippi tidak pernah dipanggil untuk memperkuat tim nasional Italia.

Catatan rekor Marcello Lippi saat membela klub dengan julukan Blucerchiati adalah 274 kali tampil hanya menyumbangkan 5 gol, Marcello Lippi juga tidak pernah membawa Sampdoria merebut trofi jenis apapun.

Untuk sektor kiprah Internasional Marcello Lippi tidak pernah mencicipi kebanggaan mengenakan kostum tim nasional Italia sekalipun, satu-satunya kebanggaan yang pernah dia rasakan ketika terpilih timnas Italia U-23 itupun hanya 1 kali.

Berlanjut pada tahun 1980 Marcello Lippi pindah ke klub sepakbola bernama Pistoiese, yang juga bertarung di Serie-A pada saat itu. Akan tetapi klub tersebut terdegradasi pada akhir musim 1981, dan untuk pertama kalinya Marcello Lippi merasakan turun kasta di Serie B sebelum memutuskan untuk pensiun tahun 1982.

Karir Sang Pelatih Dimulai

Pada tahun 1982 Marcello Lippi memutuskan untuk gantung sepatu dan mengakhiri karir sepakbola seniornya, kemudian Marcello Lippi kembali ke Sampdoria pada tahun itu juga untuk melatih tim muda Sampdoria junior. Dari situlah karir sebagai pelatih sepakbola Marcello Lippi dimulai, debut pelatih pertamanya menjadi manager tim junior sepakbola asal kota Genoa tersebut.

Marcello Lippi menangani klub junior tersebut selama 3 tahun lamanya, sampai akhirnya Marcello Lippi memutuskan untuk mencari pengalaman lebih dengan menangani klub sepakbola lainnya.

Perjalanan Marcello Lippi menjadi pelatih cukup panjang, dia menangani 8 klub yang berbeda-beda dalam 10 tahun. Kita bisa berasumsi hampir setiap tahunnya dia berganti-ganti klub, antara dipecat atau mendapat tawaran gaji yang lebih tinggi.

Piala Pertama Dan Piala Berikutnya

Saat keemasannya tiba pada tahun 1994 ketika Lippi mendarat di kota Turin untuk menukangi klub sepakbola raksasa Juventus. Kiprahnya di tahun pertamanya bersama La Vecchia Signora ia langsung mencetak rekor.

Marcello Lippi langsung sukses membawa Juventus menyabet menjuarai liga serie A italia, kemudian piala Coppa Italia dan Super Coppa Italia pada tahun berikutnya. Marcello Lippi juga berhasil membawa Juve menyabet piala lainnya, seperti Liga Champions 1996 kemudian 2 kali scudetto berturut-turut pada tahun 1997 dan tahun 1998.

Setelah menyabet sederet prestasi bersama Juventus, Marcello Lippi mendapat tawaran dari kota seberang yaitu Inter Milan pada tahun 1999. Menjajal kemampuannya sebagai pelatih menukangi tim kaya raya tersebut, namun hal tersebut tidak berjalan mulus sesuai harapan seorang Marcello Lippi. 

Inter Milan mengeluarkan budget yang sangat besar untuk belanja banyak pemain mahal pilihan Lippi, namun performa tim tersebut malah semakin bobrok dan semakin terpuruk di serie-A. Marcello Lippi dianggap gagal pada tahun pertamanya bersama Inter Milan musim 1999-2000 dan diakhir musim ia resmi dipecat.

Setelah pemecatan oleh Inter Milan itu Juventus kembali melobi Marcello Lippi untuk kembali melatih kuda zebra, dan semua berjalan sesuai dugaan Bianconeri. Seorang Marcello Lippi kembali sukses menyabet scudetto 2 tahun berturut-turut.

Kemudian pada tahun 2004 Marcello Lippi ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Italia, menempati bekas kursi Giovanni Trapattoni. Marcello Lippi lagi-lagi sukses bersama tim Azzurri dan mempersembahkan tropi piala dunia tahun 2006 yang diselenggarakan di Jerman.

Namun di periode piala dunia berikutnya tahun 2010 tim Azzurri tampil buruk sekali, bahkan Marcello Lippi gagal membawa Italia tidak lolos putaran grup pada ajang sepakbola tersebut di Afrika Selatan.

Setelah lengser dari kursi timnas Italia dan sempat menganggur 2 tahun lamanya, Marcello Lippi akhirnya mendapat tawaran ke negeri China untuk melatih klub sepakbola Guangzhou Evergrande tahun 2012.

Kemudian Rekor kembali dia torehkan bersama klub Guangzhou dengan menjuarai piala Chinese Super League 3 musim beruntun. Disusul 1 kali Chinese FA Cup dan di level kompetisi asia AFC Champions League di tahun 2013 semua rekor tersebut di rebut hanya dalam 3 tahun.

Pada berikutnya Marcello Lippi sudah merasa sudah terlalu tua dan kondisi fisiknya tidak lagi seperti dulu untuk mengikuti ritme pekerjaan seorang pelatih, dia memutuskan meninggalkan posisinya di negeri China pada akhir 2019. Saat kembali ke Italia sang pelatih tidak lagi menerima pekerjaan dari manapun, lalu pada tahun 2020 berikutnya ia menyatakan pensiun karirnya sebagai pelatih.